Games

E-Sport Spotlight

Inilah Delapan Tim Yang Akan Berlaga Di LGS Spring 2018

Mari kita mengenal lebih dekat kedelapan tim yang akan berlaga di LGS Spring 2018 ini

 

Ajang kompetisi tertinggi League of Legends di Indonesia, League Garuda Series atau yang lebih akrab dikenal dengan nama LGS, akan dimulai pada 15 Januari 2018 nanti. Delapan akan bertanding dalam kurun waktu tertentu untuk memperebutkan gelar yang terbaik di season Spring 2018 ini dan juga kesempatan untuk mewakili Indonesia di ajang internasional.

Dan inilah kedelapan tim yang akan bertanding di LGS Spring 2018 nanti.

1. Devoticore (DVC)

Devoticore bukanlah tim baru yang ada di LGS Spring 2018. Tampil dengan nama baru, Devoticore sesungguhnya adalah GNF Esports, tim yang tampil di LGS season Summer 2017 kemarin dan berhasil masuk kembali ke LGS Spring 2018 setelah berhasil melalui series promotion mereka. Perubahan nama ini adalah bentuk dari semangat Devoticore untuk mewujudkan resolusi mereka di season ini. Devoticore mengikuti kompetisi LOC series II di akhir tahun 2017 lalu untuk mengukur sejauh mana mereka mampu melangkah di event ini. Pertandingan demi pertandingan mereka lalui dan mereka berhasil masuk ke babak final.

Sekalipun Devoticore pada akhirnya harus mengakui kekuatan juara LGS season Summer 2017, Headhunters, namun pencapaian Devoticore yang berhasil melaju sampai ke final sepertinya memberikan rasa percaya diri yang mereka butuhkan untuk menaklukkan rintangan - rintangan terberat di LGS Spring 2018 ini. 

Untuk komposisi tim, Devoticore sudah menggunakan komposisi ini dari babak promotion yang mereka jalani pada Agustus 2017 lalu. Yang berubah hanyalah Erricson "StormRage" atau yang dulu lebih dikenal dengan nick KonekChan untuk mengisi posisi toplane dan juga mereka membawa Ade "Mans Sama" Firmansyah (Ade), player yang beru memulai debutnya di LGS Spring 2018 ini untuk mengisi posis jungle.

Dengan formasi baru dan semangat baru yang mereka miliki, semoga Devoticore mampu mencapai target yang mereka tetapkan di LGS Spring 2018.

 

2. Resilience Esports (RES)

Resilience memiliki arti untuk terus bangkit dan tidak mudah untuk menyerah, nama yang sesuai untuk satu - satunya tim pendatang baru di LGS Spring 2018 ini. Resilience Esports adalah tim akademi dari tim Headhunters. Mereka berhasil masuk ke babak promotion dari Glorious Arena dan berhasil menjadi salah satu tim yang masuk ke LGS Spring 2018 setelah berhasil mengalahkan Kamikaze.

Sekalipun Resilience Esports adalah tim pendatang baru, namun mereka memiliki nama - nama yang sudah tidak asing lagi bagi kalian yang mengikuti LGS dari season pertama. Kombinasi antara pemain debutan dan juga pemain senior akan menjadi warna unik di LGS Spring 2018 ini. Bukan hanya itu saja, dua pemain debutan dari Resilience Esports pun berasal dari Singapore; Midlaner mereka Ashton Lim Si Siang "Babylife" (Ashton) dan juga sub mereka Clement Cheang Zhe Wei "Sniper".

Perbedaan persepsi, pengalaman, bahasa dan juga jarak tentu akan menjadi tantangan tersendiri bagi tim ini untuk menjalani LGS Spring 2018. Namun moto terus bangkit dan tidak mudah menyerah akan menjadi modal utama mereka untuk mengatasi setiap tantangan tersebut demi mendapatkan hasil bagi Resilience Esports di season ini.

 

3. Superamos (SAM)

Menjadi tim yang tidak mendapatkan kemenangan dalam satu series pun di season Summer 2017 menjadi pukulan yang cukup telak bagi tim Superamos. Namun hal itu tidak membuat Ghazy "Senarius" Ayyasy menyerah untuk bertanding di LGS. Mengulang kembali dari promotion series, Superamos bergabung dengan Tim Random untuk menghadapi promotion series mereka. Bertanding dengan roster baru di promotion series, Superamos berhasil menemukan jalan untuk kembali ke LGS di season Spring 2018 ini.

Masuk di season baru, Superamos kembali memperkuat tim mereka dengan kehadiran Charles "Natasya Gouw" atau yang dulu dikenal dengan nama Milly ketika membela Platinum Gaming di LGS Spring 2017 untuk mengisi posisi support dan juga Fabianus Aldo Rosario "Aldo" atau yang lebih dikenal dengan nama Noxus Hand untuk mengisi posisi toplane.

Tampil dengan squad baru, tentunya Superamos akan mengincar satu hal di season Spring 2018 ini : kemenangan di setiap match mereka. 

 

4. Bigetron Esports (BTR)

LGS Summer 2017 merupakan awal yang menjanjikan bagi organisasi gaming baru ini, namun mereka harus menghadapi kenyataan pahit bahwa tim-tim LGS lainnya sangat kompetitif dan tak gentar melawan tim sekelas Bigetron.

Setelah finis di urutan 6 klasemen, Bigetron akhirnya mendapatkan kesempatan tampil di LGS Spring 2018 setelah memenangkan Promotion Series. Tidak mau mengulangi kesalahan yang sama, kali ini Bigetron mendapatkan toplaner asal Vietnam, Minky.

Tidak hanya itu, di posisi midlaner kita melihat sebuah nama yang cukup terkenal yaitu Adi "Radians" Riansyah, midlaner yang sebelumnya bermain untuk U8 Esports. Begitupun juga dengan Ziko dari GNF Esports, serta Tulsa dan Spade dari Kaliantusa.

Perjalanan Bigetron Esports untuk mencapai peringkat yang lebih baik di LGS tidak akan mudah, dengan begitu banyaknya perubahan roster yang ada di season ini, tingkat kompetitif di LGS pun semakin meningkat. Dengan squad yang mereka miliki, mereka harus mampu menganalisa lawan yang akan mereka hadapi dan mencari cara terbaik untuk memperoleh kemenangan dalam setiap pertandingan yang mereka jalani.

 

5. U8 Esports

U8 Esports kehilangan banyak pemain mereka - sebut saja Radians yang pindah ke Bigetron, Dreamforest dan Potato yang pindah ke Phoenix Esports, Lumba yang vakum untuk sementara serta Hachiman yang absen dari kompetitif League of Legends.

Hanya menyisakan ZhenL dan Kaixa sebagai roster utama, tidak ada jalan lain bagi U8 untuk memanggil kawan lama mereka Eric Jonsen untuk kembali ke dalam tim. Sebelumnya bermain dengan nick AuRevoire, sosok Eric mengembalikan harapan U8 karena ia adalah salah satu pemain lama yang berjuang bersama ZhenL dan Kaixa ketika pertama kali menembus LGS 3 tahun silam.

Ditambah Ica Au, Challenger asal Pekanbaru dan mantan juara liga universitas nasional LNCC 2016, Control, kelima pemain U8 Esports akan berjuang bersama-sama menghadapi tantangan yang semakin berat di LGS Spring 2018.

 

6. Phoenix Esports

Phoenix Esports sepertinya menjadi tim yang paling banyak mendapat sorotan di season Spring 2018. Menyaksikkan sepak terjang Soapking yang kembali menjadi player profesional tentunya menjadi satu hal yang sangat ditunggu - tunggu. Gaya permainannya yang sangat agresif dan juga kebiasaannya untuk memilih champion jungle yang tidak lazim membuatnya menjadi salah satu sosok yang sangat terkenal sebagai seorang player.

Selain itu kembalinya player - player hebat pada masanya, seperti Vandy "Luffy" Nugraha yang pernah menjadi top laner terbaik di Indonesia pada masa kejayaannya dan juga Cha "Never" Seung-joon, seorang midlaner dengan kemampuan mekanik yang sangat tinggi tentunya menjadi hal - hal lainnya yang sangat di antisipasi dari penampilan Phoenix Esports di season ini.

Kembalinya Duo Dreamforest dan juga Potato akan melengkapi komposisi unik dari squad Phoenix Esports di LGS Spring 2018. Butuh tingkat chemistry yang luar biasa untuk mempersatukan karakteristik dari kelima player ini, namun pengalaman - pengalaman yang pernah mereka jalani di LGS tentunya akan memabntu mereka untuk membangun ikatan yang kuat untuk mendapatkan pencapaian tertinggi di season Spring 2018 ini.

 

7. TEAMnxl>

Semenjak kedatangan pemain-pemain impor dari Vietnam ke Indonesia, Team nxl> cukup kewalahan mempertahankan kekuasaan mereka di LGS. 2 musim di 2017, NXL bahkan tidak berhasil menyabet posisi sebagai finalis.

Dan di 2018 pun diawali dengan kurang baik bagi NXL. AD Carry mereka, Diaz "Imagination" bakal absen karena kecelakaan yang menimpanya sehingga harus istirahat penuh dari kompetitif. Whynuts keluar dari roster, sehingga mau tidak mau Andre harus kembali ke posisi AD Carry bagi NXL.

Mengisi posisi support adalah Gov yang keluar dari Phoenix Esports, dan akan "reuni" bersama teman-teman lamanya yaitu Square dan Spy. Dengan duo Gov - Andre, tampaknya botlane NXL perlu dikhawatirkan tim-tim LGS Spring 2018 lainnya.

 

8. The Headhunters

Menjadi juara LGS di season Summer 2017 kemarin dan juga menjadi juara pada event LOC Series II menjadikan The Headhunters sebagai tim League of Legends terkuat di paruh terakhir tahun 2017 ini. 

Dengan nama - nama besar yang memperkuat The Headhunters sepertin Ruben yang tampil mendominasi di toplane, Cruzher yang sangat ahli dalam menyusun strategi bagi The Headhunters dan juga Petland yang memiliki mekanik dan kemampuan membaca situasi yang sangat sangat tinggi, The Headhunters menjelma menjadi tim yang sangat sulit untuk dikalahkan oleh tim manapun.

Bukan hanya skil individu, kemampuan The Headhunters untuk mengambil objektif demi objektif (atau yang sering disebut dengan macro-play) juga ada di atas tim - tim lain, bahkan tim - tim yang ada di LGS itu sendiri.

Namun dengan penyebaran roster yang cukup merata di season ini, tingkat kompeititf LGS menjadi lebih tinggi dan tentunya The Headhunters harus lebih waspada dalam setiap pertandingan yang mereka jalani, jika mereka ingin mempertahankan posisi sebagai juara LGS.

 

Itulah delapan tim yang akan berlaga di LGS Spring 2018 nanti. Jangan lupa untuk mengunjungi halaman fan page tim favorit kalian di :

1. Devoticore

2. Resilience Esports

3. Superamos

4. Bigetron Esports

5. U8 Esports

6. Phoenix Esports

7. TEAMnxl>

8. The Headhunters

Pastikan kalian like dan follow fanpage tim jagoan kalian untuk mendapatkan update terbaru dan mengikuti perkembangan mereka.

Saksikan LGS Spring 2018 yang akan dimulai pada tanggal 15 Januari 2018 nanti pada pukul 19:00 WIB di channel youtube Garena League of Legends Indonesia